Senin, 14 Desember 2015

Razia di Manggarai, Petugas Temukan Metromini Tak Punya Rem

Razia di Manggarai, Petugas Temukan Metromini Tak Punya Rem
Jakarta - Perang terhadap Metromini butut terus dilakukan petugas Dinas Perhubungan Porvinsi DKI. Di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan, petugas melakukan penindakan kepada Metromini yang tak sesuai standar. Bahkan ada Metromini yang tidak punya rem.

"Metromini dikandangkan ke Pulo Gebang karena rata-rata tidak punya rem tangan dan ban vulkanisir," tulis akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, Selasa (15/12/2015).

Selain itu, petugas juga menemukan sopir Metromini dan Kopaja yang tidak memiliki SIM. Razia ini dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Sudinhub Jaksel dan Polantas.

Sedangkan Kasudinhub Jakarta Selatan, Priyanto, membenarkan adanya razia terhadap Metromini di wilayahnya. Tetapi, Priyanto belum mengetahui ada berapa bus yang dikandangkan. Razia ini dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan masih berlangsung sampai pukul 10.30 WIB.

"Iya ada razia, tapi nanti saya infokan lagi berapa yang ditindak," ucap Priyanto saat dikonfirmasi terpisah.

Sumber : http://news.detik.com/berita/3096003/razia-di-manggarai-petugas-temukan-metromini-tak-punya-rem

http://babyethylyn.blogspot.com/2015/10/cerita-kapolres-gendong-korban-aviastar.html

Selasa, 03 November 2015

Dendam, Kepala Tukang Ojek Ditembak Anggota TNI

Dendam, Kepala Tukang Ojek Ditembak Anggota TNI
Seorang tukang ojek di Kabupaten Bogor Jawa Barat ditembak hingga tewas oleh seorang anggota TNI pada Selasa petang 3 November 2015.

Pria bernama Japra (40) itu pun tewas mengenaskan karena peluru menembus matanya hingga ke kepala bagian belakang.

Keterangan sejumlah saksi mata, sebelum kejadian korban bersama rekan rekannya sedang menunggu karyawan pabrik yang akan pulang bekerja. Namun tiba tiba terdengar suara tembakan, bebarengan dengan itu bapak dua anak itu ambruk bersimbah darah.

"Kejadianya sangat cepat, pelaku langsung melarikan diri menggunakan mobil tapi ketangkap oleh petugas dan warga teman teman korban sebelum masuk Pintu Tol Citereup," kata seorang saksi Muksin.

Menurut keterangan salah seorang petugas kepolisian yang saat itu berada di lokasi penangkapan, mengatakan, korban ditembak pada bagian mata dan tembus ke bagian kepala belakang.

"Korban tewas, ditembak di mata dan tembus ke kepala, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit," ujar pria berpangkat Bripka itu.

Menurut keterangan saksi, pelaku penembakan merupakan anggota TNI dan kabur menggunakan kendaraan CRV warna abu-abu. Ia tertangkap dan dibawa ke pos polisi di perbatasan Cibinong dan Citereup.

"Pelaku diduga oknum anggota TNI, karena banyak anggota TNI di pospol, yang boleh masuk ke dalam hanya Kapolsek sama kanit Reskrim," ujar petugas tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigjen Fadilah tidak menampik kejadian itu. Saat ini menurutnya pemeriksaan masih dilakukan terhadap pelaku.

"Pimpinan TNI AD memberi perhatian dan prihatin atas kejadian ini. Proses hukum pasti dijalankan semoga tidak terulang di kemudian hari," katanya.
Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/695169-dendam--kepala-tukang-ojek-ditembak-anggota-tni
Baca juga :

  • http://tassouvenirmurah.com/
  • http://www.pulautidungopen.com/
  • http://www.birotravelpulauharapan.com/
  • http://souvenesia.com/
  • http://www.asyfapulaupari.com/
  • http://www.zaifratamapulautidung.com/
  • Minggu, 16 Agustus 2015

    Klarifikasi Polisi Soal Berita Pemukulan Oleh Biker Harley

    Klarifikasi Polisi Soal Berita Pemukulan Oleh Biker Harley
    Acara Jogja Bike Rendezvous (JBR) ke-10, yang berlangsung mulai 14-17 Agustus 2015 di Yogyakarta, yang dihadiri sekitar empat ribu motor Harley-Davidson, menuai banyak kecaman.

    Di perempatan Condongcatur, rombongan motor gede (moge) dihentikan oleh orang bersepeda, karena nekat melanggar lampu lalu lintas. Dalam waktu yang tak berbeda jauh, Sabtu 15 Agustus 2015 malam, di perempatan Gedong Kuning, dikabarkan empat moge menabrak mobil dan melakukan pemukulan terhadap warga, sehingga warga tersebut harus dilarikan ke RS Bethesda Yogyakarta.

    Berita aksi rombongan moge yang menabrak mobil dan memukul warga tersebut marak diunggah ke media sosial, dan banyak mendapatkan tanggapan negatif dari para netizen. Namun, kepolisian membantah adanya kejadian kecelakaan di perempatan Gedong Kuning dan pemukulan terhadap warga yang dilakukan oleh pengendara Harley-Davidson.

    "Tidak ada laporan kejadian kecelakaan yang melibatkan motor Harley Davidson dengan mobil. Apalagi adanya pemukulan kepada warga, yang berujung sampai dibawa ke rumah sakit," kata Kanit Laka Polres Bantul, Ipda Budi Haryanto, Minggu 16 Agustus 2015.

    Budi menjelaskan, jika terjadi kecelakaan, apalagi pemukulan terhadap warga, seharusnya petugas, minimal yang bertugas di wilayah tersebut, yang dalam hal ini adalah Polsek Banguntapan, menangani perkara tersebut dan memberikan laporan ke Polres.

    Lebih jauh Budi mengatakan, jika memang terjadi tindak pemukulan, maka tindakan tersebut sudah masuk ranah pidana, sehingga korban bisa melapor ke polisi.

    "Jika memang ada laporan, maka laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh polisi," ujarnya.
    Hal yang sama juga dikatakan oleh Kabid Humas Polda DIY, AKBP Any Pudjiastuti, yang menyatakan tidak ada laporan kejadian kecelakaan yang menimpa Harley dengan mobil. Apalagi, adanya tindak pemukulan oleh pengendara moge Harley Davidson.

    "Tidak ada laporan yang masuk ke Polda terkait kejadian kecelakaan antara motor Harley dengan mobil di perempatan Gedongkuning," jelas Any.

    Any mengakui, ada laporan yang masuk terkait adanya rombongan Harley-Davidson yang dihentikan oleh pesepeda di Condongcatur, Depok, Sleman.

    "Ya, kalau itu memang benar adanya, dan laporan masuk ke Polda," ujarnya.

    Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/661840-klarifikasi-polisi-soal-berita-pemukulan-oleh-biker-harley